Maliq: The Beginning of a Beautiful Life

Akhirnya CD album teranyar dari Maliq & D’Essentials bertajuk The Beginning of a Beautiful Life tiba di meja kerja saya. Packagingnya kali ini unik, tidak seperti album-album biasanya. Mengingatkan saya pada kamera jaman Charlie Chaplin masih jaya. Kamu bisa liat di foto yang saya pasang di awal tulisan ini. Seru kan? Kan…

Berbeda dengan album-album sebelumnya, di album ini Maliq mengusung tema “vintage”. Semua aransemen yang dimainkan akan membawa kita ke era 70an. Maliq tidak lagi menyajikan sound-sound yang modern seperti di album-album sebelumnya. Namun masih tetap berbeda dengan grup White Shoes & The Couples Company yang bermain di era yang sama. Tentu saja karena genre music-nya berbeda.

Album ini dibuka dengan lagu bertajuk “Beautiful Life” yang masih menyajikan karakter NuSoul Maliq. Lagu ini diawali dengan sound yang terkesan vintage namun masih terasa modern hingga lagu berakhir, mengingatkan saya pada Sister Duke. Lagu ini terasa ceria dengan lirik yang positif membuatnya cocok didengarkan di pagi hari, seperti memberi energi untuk memulai aktivitas sepanjang hari. Lagu ini diakhiri dengan sound keyboard yang manis plus kicauan burung yang saling bersahutan……aaahh…what a beautiful life!

Lagu ke dua berjudul “Maybe You” membawa kita flash back ke tahun 70an dimana ABBA, Bee Gees, dan Earth, Wind & Fire masih jaya. Semua sound yang ditampilkan di lagu ini terasa vintage, mulai dari sound drum, gitar, trumpet, Rhodes piano, hingga synthesizer-nya. Backing vokalnya pun terasa vintage! Rasanya lagi jalan-jalan di kebun raya bersama pasangan dengan baju bermotif polkadot dengan kancing dibuka hingga dada, celana cutbray, dan sepatu putih. Mantap!

Pernah nonton film detektif lawas seperti Spion 025 yang dibintangi Benyamin S, atau Boss Bagio Dalam Gembong Ibukota, atau miniseri Mission Impossible yang dibintangi Greg Moriss dkk? Kamu akan merasakan nuansa itu di lagu ke 3. Liriknya memang tentang cinta, tapi membuat saya jadi membayangkan film ditektif lawas karena sound synthesizer bass dan conga di awal lagu yang sangat kental ditambah sound keyboard di bagian interlude. Okelah, kita akan menjadi detektif cinta di lagu ini bersama Angga yang mengenakan kacamata hitam nan lebar dan kumis tebalnya hahahaha…

Lagu berjudul “Penasaran” mengingatkan saya pada single Maliq berjudul “The One”. Tempo dan nuansanya masih mirip-mirip, cuman bedanya lagu “Penasaran” ini terasa jauh lebih vintage. Bagus buat kamu yang lagi penasaran sama pasangan kamu tapi nggak kepingin terlalu mellow. Cocok buat didengerin malam-malam sambil nyetir mobil atau di iPod sambil nunggu tukang angkot yang masih asyik ngetem nunggu penumpang ketimbang bête sendiri.

Maliq rupanya masih ingin mengajak kita jalan-jalan di penghujung era 70an. Kali ini kita berdisko dengan single “Get Down and Slide”! Sepertinya bisa mengobati kerinduan kita pada “Stayin’ Alive” milik Bee Gees, “Boogie Wonderland” dari Earth, Wind, and Fire, atau “Celebration” dari Kool & The Gang. Lagu ini tidak hanya didukung dengan sound dan beat yang 70an, tapi vocal & backing vocalnya pun 70an banget! Sepertinya setiap orang yang mendengarkan lagu ini akan mengidap “Demam Malam Sabtu” alias Saturday Nigth Fever dan bermimpi berdansa bersama John Travolta!

Maliq mengajak kita bermellow yellow sejenak dengan single “Berbeda”. Petikan gitar akustik dari Lale membuat lagu ini terasa manis sejak awal. Namun Maliq tidak keluar dari tema vintage yang diusungnya di album ini. Suara flute dan string di bagian reff serta organ di bagian interlude seolah membawa kita ke dalam kisah cinta saat Rano Karno & Yessi Gusman masih remaja.

Lagu terakhir di album ini seolah mengajak kita bersantai bersama pasangan melepas penat di malam hari. Suara deburan ombak di awal lagu membuat lagu ini terasa damai. Sepertinya lagu-lagu di dalam album ini diatur sedemikian rupa seperti alur dari pagi hari sampai malam hari.

Overall, album ini layak dikoleksi kalau kamu doyan music bergenre jazzy. Tidak terlalu berat untuk dicerna telinga orang awam namun masih terasa berkelas. Tidak perlu mendengar berulang-ulang untuk bisa menikmati lagu-lagu di album ini. Maliq & D’Essentials memang genius!

 

4 Responses

  1. Wah ulasan yang cukup mengundang juga neh, buat ikutan mengkoleksi tuh album (bikin mati penasaran ajah tuh), tapi sayang akhir-akhir ini kupingku belum bisa diajak untuk pindah ke lain hati he…he… masih setia ma yang lain, tapi txz infonya… bisa buat referensi di lain hari deh (sssttt… kalo udah berhasil ngebujuk neh kuping xi…xi…)

  2. teutep yaaa.. ngebayanginnya jalan2 pake sepatu putih, beuh.. tau bgt nih siapa yg dimaksud, HAAHAHAHA.. *close tab*

    bagus reviewnya, eh yoel, donlotin donk,, kirim ke mail aku, ya ya ya.. hehehehehe..ujung2nya minta didonlot, ga modal! huh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s